Monday, 19 February 2018

Cara Belanja emak rempong

saya paling ga punya waktu untuk belanaj. apalagi saya tidak bisa naik motor (PR nanti saat materi bunda cekatan, saya harus bisa mengendarai motor sendiri. 

Kenal marketplace tahun 2015. saat anak pertama saya lahir. saya mau dong ikutan bisnis seperti kakak saya. apalagi saat tahun itu berjamuran orang jualan lewat smartphone nya... market place yang saya kenal adalah TOKOPEDIA. dan saya juga setahun jualan di sana. lalu muncul juga buka lapak, dan shopee. harnyerah ga mau jualan di marketplace soalnya ada sedikit masalah dengan kakak saya, karena misskomunication. akhirnya, saya hanya sebagai buyer saja. tapi saya jadi tahu bagaimana cara kerja marketplace.

Nah, diantara market place yang ada, ternyata shopee paling seru menurut saya. soalnya dia memberlakukan gratis ongkir setiap hari. sedangkan yang lain kalau ada moment-moment tertentu saja.  selain itu, aplikasi shopee lebih mudah jadi tinggal klik-klik. untuk belanja peralatan dan apapun, kecuali fashion, saya suka belanja di shopee. bahkan kebanyakannya juga dari sana. hehe... 
oleh sebab itu, bener banget deh... marketplace itu bikin urusan belanja kita jadi mudah. 

dan saya suka membidik toko populer, sehingga cuma belanja 90.000 pun bisa gratis ongkir. sementara umumnya 120.000,-

Jadi, pinter-pinter kita aja mencari harga dan tokoyang murah.

#tantanganhari6
#bundasayang
#gamelevel12
#keluargamultimedia

Snapseed yang tercyduk

Sebagai olshoper di media sosial, saat ini harus bisa bermain dengan foto. Sebab, jika kita hanya promosi di medsos hanya berupa tulisan, tidak lagi menarik. Karakter reader hanya baca apa yang membuat mereka menari, dan itupun sekilas, maka diperlukan foto. Sebab foto bisa menarik perhatian. Tapi, tentu saja harus foto keceh, cerah, dan jelas resolusinya yang bisa menarik perhatian pembaca.

Nah, sejak jualan di medsos sejak tahun 2010, saya termasuk orang yang tersesat. Tersesat mencari-cari aplikasi foto apakah yang bagus untuk dipakai HP saya, dan yang ringan mengingat kapasitas mmeory internal saya terbatas.

Saya coba pakai photogrid, foto grid, canva, picsArt photo studio, dll. tapi kok kurang pas ya... hasil fotonya kurang maksimal. Tulisannya pun kurang profesional, selain itu kecerahannya jadi tidak alami. Saya sedih deh...

Alhamdulillah... bulan kemarin saya mengikuti Kelas Smartphone Photography bersama Cecilia Fendriani Coprina di Telegram. Sebelumnya saya juga pernah mengikuti kelas yang sama dengan pakar Fotografer Henny Marlina. Dan dari semua kelas itu pemateri merekomendasikan aplikasi kamera yang recomended yang mendukung jualan yaitu aplikasi Snappseed. Nah lo.... akhirnya.... kamu tercyduk! Yeey....

Sekarang masih dipelajai sih... terutama penggunaan kamera ke-3 dari snapseed ini. Bagus tidaknya foto sekarang bukan hanya spek kamera yang bagus, aplikasi photography yang bagus juga, tapi soal jam terbang. jadi yang bisa menghasikan foto yang bagus salah satunya adalah yang sering yang moto dan edit.

Nah, saya masih tahap eksplore semua fitur yang ada dalam aplikasi ini. Taraa... ini dia hasil jeprtan saya... memakai Snapseed. Ini lebih bagus dibandingkan hasil jepretan saya yang dulu-dulu... hehe...\

#tantanganhari1
#gamelevel12
#bundasayang
#keluargamulitimedia

Lezatnya cookpad

Saat pertama kenal cookpad, yaitu tahun 2014. Pasca menikah saya mulai belajar menyajikan masakan untuk suami. Meskipun belum punya dapur sendiri dan masih numpang dengan ibu mertua, masak urusan perut harus udah masing-masing. Maklum lah... saat itu nikah cuma modal nekat, modal ingin menghalalkan cinta yang sudah ada. dari pada maksiat, iya nggak? he.... Saat itu, budget dapur nggak seberapa. Paling tiap hari menunya tempetahu dan seminggu sekali daging. Ga papa... biar bisa nabung juga mak... saya janji kalau nanti saya hamil dan sudah lahir anak kami, saya mau tiap hari makan menu seimbang.

Maka dari itu, saya sering search google menu olahan tempe tahu yang bervariasi. Tapi kok... yang keluar situs cookpad lagi cookpad lagi... Karena itu, akhirnya berkunjung ke cookpad menjadi sesuatu hal yang niscaya wkwkwk...   terutama saat saya gak punya ide untuk memasak.

Nah, sekarang... saya tidak mau jadi silent reader saja. Tapi mau juga dong punya akun sendiri dan berbagi masakan andalan keluarga saya... dan ternyata, fiturnya mudah banget, gak ribet. Tinggal upload resep masakan kita, beri judul, cerita di balik masakan tersebut, bahan, langkah-langkahnya. publish. Dan semua postingan resep kita akan tersimpan baik di sana.

Bener-bener cookpad itu memudahkan para emak untuk belanja ide masak. Mulai dari yang super simple sampe bribet juga ada. Cookpad udah kayak brownis aja. Enak, lezat, nagih, pengen lagi dan lagi...

#Tantanganhari4
#gamelevel12
#bundasayang
#keluargamutimedia

Saturday, 17 February 2018

Reading Book by Istorybook

Kegiatan membaca bersama anak menjadi list to do kami saat ini. Selain menggunakan buku, saya sudah coba dengan menggunakan aplikasi Ipusnas yang ternyata tidak cocok untuk batita. Sekarang saya cobapakai aplikasi Istorybook. Ternyata buku yang disajikan lebih hidup dibandingkan Ipusna. Ada gambar, tulisan dan suara. Sayangnya semua cerita disajikan dengan bahasa Inggris.Dan ini belum dibutuhkan oleh Riyadh yang masih harus dilancarkan berbahasa Indonesianya. Mungkin Istorybook saya perkenalkan lain kali saat anak-anak butuh belajar bahasa Inggris.




#tantanganhari3
#gamelevel12
#bundasayang
#keluargamultimedia

Baca Buku Mudah dengan Aplikasi Ipusnas

Alhamdulillah... Saat teman IIP merekomendasikan aplikasi Ipusnas untuk membantu dalam pengasuhan anak, saya coba eksplore aplikasi tersebut. Dan... Masyaallah... Sangat terbantu. Saya bisa melihat isi buku sehingga saya bisa mengambil keputusan apakah saya perlu membeli fisik buku tersebut atau tidak.






Ini adalah contoh buku yang saya bacakan kepada Riyadh. 

#tantanganhari2
#gamelevel12
#bundasayang
#keluargamultimedia



Thursday, 18 January 2018

Review #10 Bagaimana menumbuhkan fitrah seksualitas anak pada orang tua tunggal?


πŸ€ Pengertian Fitrah Seksualitas

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

πŸ€ Tahapan fitrah seksualitas:

πŸ„ 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui.

πŸ„ 3– 6 tahun, anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional.

πŸ„ 7 – 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah dan anak perempuan didekatkan ke ibunya.

πŸ„ 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah.

πŸ„ > 15 tahun, anak sudah aqil baligh yang merupakan tahap penyempurnaan fitrah seksualitas.

πŸ€ Peran Oraang tua:

1⃣ Peran ayah sebagai berikut:

- Penanggung jawab pendidikan.
- Man of vision and mission
- Pembangun system berpikir
- Supplier maskulinitas
- Penegak professional
- Konsultan pendidikan
- The power of tega

2⃣ Peran ibu sebagai berikut:

- Pelaksana harian pendidikan
- Person of love and sincerity
- Sang harmonis dan sinergi
- Pemilik moralitas dan nurani
- Supplier feminilitas
- Pembangun hati dan rasa
- Berbasis pengorbanan
- Sang “pembasuh luka”.

πŸ€ Tantangan yang di hadapi sebagai berikut:

1. Long Distance Relationship (LDR).
2. Perceraian.
3. Meninggal dunia.

πŸ€ Masalah utama anak melalui perceraian orang tua:

63% anak mengalami masalah psikologis seperti gelisah, sedih, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi.
56% kemampuan akademisnya rendah atau menurun dibandingkan dengan yang pernah mereka capai pada masa sebelumnya.
43% melakukan agresi terhadap orangtua.
(Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University Of Michigan, AS).

Ketiadaan sosok ayah memiliki dampak yang luar biasa negative terhadap perasaan anak. Anak mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian di sekolah, penyesuaian social dan penyesuaian pribadi.
(Journal of Divorce dari Harvard University, AS, Ibu Rebecca L Drill, PhD).

Maka dari itu lah bagaimana orang tua tunggal menghadapi masalah tersebut.

πŸ€ Pentingnya ilmu 

πŸŽ—Kewajiban orang tua ialah membekali diri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan perannya. 

πŸŽ—Orang tua yang berilmu akan menuntun anak-anaknya untuk menghadapi masalahnya dengan ilmu pula. 

πŸŽ—Dengan ilmu yang cukup akan membantu kita sebagai orang tua mengasuh anak-anak hingga dewasa meskipun dalam keadaan sendiri atau single parent.

πŸ€ Kemudian yang bisa dilakukan bagi orang tua tunggal di antaranya :

🌹Bagi single mom 

 πŸŒ± Carilah figur laki-laki dewasa untuk anak kita dan dekatkan anak-anak kita pada sosok tersebut. Begitupun sebaliknya.

🌱 Ibu atau ayah bisa menjadi role model bagi maskulinitas dan feminitas yang bisa ditiru oleh anak-anak kita.

🌱 Adanya rasa pengakuan dan penerimaan bahwa kehidupan kita dan anak-anak tidak ideal.

🌱 KPK (Kehangatan, Perhatian, dan Komunikasi).

Ikatan antara sang ibu dan buah hati terjalin sejak dalam masa kandungan hingga anak-anak bertumbuh kembang, dengan berbekal ilmu, akan membangun tiga hal yang sangat penting untuk pendidikan anaknya yaitu emotional quotient (eq), spiritual quotient (sq) dan intelligence quotient (iq).

🌱 Fitrah.

Setiap anak dilahirkan adalah fitrah atau suci. Pastikan sikap yang orang tua lakukan dan yang anak-anak tiru adalah perilaku yang baik. 

🌱 Orang Tua, Idola Anak.

Kekosongan salah satu sosok orang tua dalam keluarga, mesti diisi atau dilengkapi oleh yang lainnya. Bukan bermaksud menggantikan, tetapi mengkomunikasikan tentang pribadi ayah atau ibu agar terbentuk karakter orang tua di benak anak sebagai idola mereka.

🌱 Kebutuhan Batin Anak.

Perhatian dan komunikasi di jaman sekarang, tidak terbatas pada jarak.

🌱 Stay Hungry

Kehangatan, Perhatian, dan Komunikasi dari orang tua kepada anak mestilah dilakukan dengan penuh keikhlasan dari hati.

🌱 Jangan Berharap Jadi Single Parent.

Pertikaian dalam rumah tangga mungkin adalah hal yang biasa terjadi. Namun, jangan sampai hal itu membuat perceraian dan akhirnya terbentuklah pola pengasuhan dengan single parent.

Pembahasan pada orang tua tunggal menurut ust. Budi Ashari

1⃣ Dalam kehidupan anak, 60% kehidupan anak diberikan otoritas pd ortu, sisalnya pd lingkungan (sekolah, lingkungan main dll)

2⃣ Islam memberi otoritas 60% itu pd ortu #bersyukur

3⃣ Banyak ortu protes tentang perkembangan anaknya, karena otoritas 60% itu tdk diambil, tapi diserahkan semua ke lingkungan. Ortu punya otoritas tidak diambil dengan tanggungjawab.

4⃣ "Sekolah jangan cepet2, sekolah jangan lama2 " (Budi Ashari) #nicequote 

5⃣ Dalam islam, seorang anak mulai bersekolah di usia 5 thn. 0-5 thn adalah otoritas ortu jangan dititip atau dimasukkan sekolah 

6⃣ Anak adalah harta berharga, maka harus dipersiapkan perencanaan pendidikannya sebaik mungkin. Bagi tugas antara peran ayah dan ibu agar anak bisa terasuh di usia 0-5 thn.

7⃣ Zaman Rasul, usia baligh anak-anak adalah 15 tahun. Kemudian usia baligh anak-anak kembali lagi ke usia 15 thn, biidznillah insyaAllah. Karena dengan baligh di usia 15 tahun, para ortu punya banyak waktu untuk menyiapkan anak2nya menjadi mukallaf. 

8⃣ Wanita yg berperan dalam tahapan 0-15 thn 

Rasulullah: 
*⃣ Bunda Aminah di usia 6 thn mengajak Muhammad saw ke makam ayahnya. 
Hikmah : pentingnya nasab ayah diperkenalkan ke anak ketika anak hidup hanya dengan ibunya. Di madinah banyak kerabat Abdulllah dari sisi perempuan (klrg nenek). Nasab adalah sesuatu yg istimewa.

*⃣ Tsuwaibah sempat menyusui Nabi sebentar.

*⃣ Halimah 
Halimah mengisi usia emas Nabi (0-5thn). Halimah adalah perempuan beriman. Jarak dusun halimah sekitar 100km, sang Nabi yang masih bayi merah dibawa jauh demi sebuah rencana besar. Aminah menyerahkan dengan keridhoan anaknya kepada Halimah, walau jauh, karena Mekkah tidak layak untuk pertumbuhan Muhammad kecil. Banyak hal di mekkah yang harus dihindari dia di usia emas Nabi. 
Pesan : jika di usia emas seorang anak harus diasuh oleh org lain, pilihlah lingkungan terbaik utk mereka.

*⃣ Syaima (kakak sepersusuan).
Syaima sebagai kakak tertua adalah role model. Jadikan anak pertama role model, karena akan jadi teladan.

*⃣ Ummu Aiman (pembantu).
Ada konsep pembantu dalam islam, Rasul menyebut Ummu Aiman sebagai "dia ibuku setelah ibu".

Tersadarkan bahwa dalam islam, banyak pihak yg mendidik anak, termasuk pembantu. Ummu Aiman tampil sebagai pembantu luar biasa, sehingga Nabi dengan bangga menyebutkan bahwa Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibu. 
Padahal image "anak pembantu" adalah buruk, tapi Nabi dengan bangga menyebut Ummu Aiman sebagai ibunya, karena istimewanya kualitas "peran pembantu" Ummu Aiman.
Kemudian Nabi pun menyatakan ketika Ummu Aiman harus menikah lagi, "yang mau menikah dengan wanita ahli surga nikahilah Ummu Aiman".

*⃣ Fatimah bin Asad
Khodimat ideal, sebagai ibu dan ahli surga, wanita beriman. Kata Nabi : ummi ba'dal ummi. Di usia 8-15 tahun didikan Nabi ada di bawah Fatimah binti Asad. Nabi tersedu ketika memakamkan Fatimah binti asad.

9⃣ Pria yg berperan dalam pengasuhan Nabi yaitu:

✳ Suami Halimah
Menjadi pengganti ayah. Perlu tokoh pengganti ayah (sekalipun single parent dan tidak menikah lagi).

✳ Kakek Nabi "Abdul Mutholib".
Bukan sembarang kakek. Pemimpin di mekkah. Allah menitipkan pengasuhan 6-8 tahun kepada Abdul Muthollib. Dia mengajarkan kebesaran dan kepemimpinan pada Muhammad kecil.

# Leadership utk usia 6-8 thn. 
Bagaimana mengajarkannya ? Abdul muthollib memiliki kursi kebesaran disamping Mekkah, tidak ada yang berani mendudukinya, bahkan anak-anaknya sekalipun. 
Tapi ketika Muhammad kecil naik ke kursi tsb, dikatakan jika untuk anak yang ini biarkan, karena kelak dia akan jadi pemimpin besar. 

# Seni menjadi nenek kakek mengajarkan leadership. Nabi saw calon orang besar, maka sejak kecil disiapkan sebagai orang besar.

✳ Abu Thalib, mengajarkan life skill berdagang ke Nabi saw kecil. Berdagang ke Syam di usia kecil. Perjalanan 2000km, perjalanan lama yang diisi dengan berinteraksi dengan para pedagang, "ngasah kuping" dengan cara mendengarkan obrolan para pedagang (harga, kualitas barang dll).

Referensi tulisan dan video:

waza.wordpress.com
Facebook Okina Fitriani 
Elly risman muda, fitrah seksualitas, https://iinchurinin.wordpress.com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/
Ustadz harry santosa, kulwapperan ayah dalam pendidikan, https://nakindonesia.wordpress.com/2017/05/01/kulwap-peran-ayah-dalam-pendidikan/
https://fc4pentingers.wordpress.com/2016/05/01/manajemen-pengasuhan-single-parent-terhadap-kesuksesan-anak/
http://www.ibujerapah.com/2017/10/singleparenting-tentang-sosok-ayah.html
https://youtu.be/mUirnWqWnRs

DISKUSI 
[14/1 20.16] ‪+62 817-6753-337‬: Pertanyaan:
1. Hamba Allah:
Yg ingin sy tanyakan..
Bagaimana sikap seorang ibu dalam mengajarkan: fitrah seksualitas pada anak laki-lakinya yg berusia 5 dan 3 tahun..  jika sudut pandang swaminya / ayahnya anak2, hanya berpikir kalau tugas dia hanya 1 yaitu Mencari nafkah.

Sedangkan anak jg kurang dekat dg ayahnya.. Kalau anak nangis / bertengkar, ayah lebih memilih keluar dr rumah.

Apa si ibu tetap berusaha sendiri dalam mengajarkan semua fitrah pada anak2?

Atau cari sosok lain, seperti pak Ustadz misalnya untuk mengajarkan anak2?  
Makassih ya teh..
[14/1 20.25] ‪+62 857-9484-5071‬: Ibu atau seorang istri  perlu menjalin komunikasi  produktif yang baik secara dua arah dengan kondisi hati suami yg sedang tenang.  Dari hati ke hati,  di ingatkan kembali  visi misi keluarga,  yujuan pernikahan nya apa,  strategi nya dalam pengasuhan anak seperti apa.. bila suami atau sosok ayah blm bisa diajak diskusi dan belum menunjukkan perubahan seorang ibu/istri bersabar dan tetap memberikan kesan yang baik atau lisan yang baik sosok ayah dihadapan anak-anak.
[14/1 20.25] ‪+62 817-6753-337‬: Sambil menunggu jawaban dr bun @⁨Syerra Saindari Putri⁩ , sy jg coba menjawab pertanyaan pertama: jawaban sy sama seperti pendapat bu @⁨nayupangestu⁩ yg sedang menyusui anaknya, bahwa: 
Kalau menurut bu ayu perlu ada komunikasi dua arah dengan kondisi hati suami yg sedang tenang. Harus disadarkan tujuan pernikahan dan kehadiran anak-anak, agar ikut andil peduli dalam pengasuhan,namun bila suami atau sosok ayah blm bisa diajak diskusi dan belum menunjukkan perubahan seorang ibu/istri bersabar dan tetap memberikan kesan yang baik atau lisan yang baik sosok ayah dihadapan anak-anak.
[14/1 20.28] ‪+62 857-9484-5071‬: Tambahan juga,  ketika anak dalam kondisi tenang, sehat, bersih, dan tidak rewel untuk sering didekatkan kepada ayahnya. Ajaklah anak untuk ikut menyambut kehadiran ayahnya sepulang dari kantor dan mengantarkannya keluar setiap akan meninggalkan rumah. Ajaklah dia bersama suami untuk berbagi suka dan tertawa di waktu senggang.

Ajaklah suami dan anak untuk bersilaturahim ke kerabat dan sahabat yang suaminya sangat dekat dan perhatian kepada anak-anaknya. Mudah-mudahan contoh aplikatif dari kaum ayah yang memiliki perhatian dan sayang kepada anak akan  menjadi referensi bagi suami untuk melakukan perubahan-perubahan di dalam dirinya, sehingga bisa menjadi ayah yang baik bagi anaknya.
[14/1 20.31] ‪+62 878-0854-1441‬: Keponakan saya sejak bayi sudah jauh dr kedua orang tuanya krn bekerja, hanya tinggal bersama nenek. Sekarang usia 11 bulan. Apakah kondisi seperti itu otomatis fitrah seksualitas anak tidak berkembang? 

Mengingat kebutuhan anak 0-2 thn ada proses menyusu, usia 3-6 hrs dekat dg kedua org tua, dsb.
[14/1 20.41] ‪+62 818-0706-4409‬: Saya bantu jawab ya bunda, semoga dititipkan neneknya tidak berlangsung lama ya, karena ini pngalaman dari sepupu sy yang sejak umur 3 bulan dititipkan ibu mertua karena kedua orang tuanya bekerja dan berujung perpisahan, akhirnya sampai sepupu sekolah hingga kuliah, anaknya jd minder, kurang percaya diri, dan ada protes dijiwanya pada kedua orang tuanya. Saran aja, kedua orang tuanya juga harus disadarkan peran orang tua, agar tidak lepas tanggung jawab, dan diingetin pertanggung jawaban nanti. Dan kasian juga si nenek, karena secara fisik sudah menurun juga untuk mengurus cucu. Harus ada pihak ketiga yang membantu mengingatkan orang tuanya, bisa dari pihak keluarga.
[14/1 20.48] ‪+62 857-9484-5071‬: Saya mencoba menambahkan ,  wanita 
 bekerja yang sudah memiliki anak umumnya perlu memakai jasababysitter. Hal itu guna membantu dia untuk menjaga anak saat sedang bekerja. Namun tak sedikit dari mereka yang menyerahkan semua urusan anak terhadap orang kepercayaannya tersebut. Padahal mau anak dititipkan kepada nenek, kakek, maupunbabysitter, peran ibu tetap tak bisa digantikan. Mengapa?

"Jadi mendelegasikan itu berarti membantu merawat anak kita bukan berarti semuanya yang ngurus orang yang kita delegasikan seperti suster, pembantu, atau nenek," jelas Dr Rose Mini Adi Prianto, M. Psi, seorang Psikolog Anak  di  Jakarta.

 semua keperluan anak bukan nenek atau babysitter yang menentukan, tapi ibunya sendiri. Misalnya, sebelum berangkat kerja seorang ibu harus sudah mencatat jadwal makan si kecil serta makanan apa yang harus diberikan. Tidak cuma itu saja, kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak juga harus sudah diatur oleh sang ibu.

Sebagai contoh, anak masih balita dan perlu melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut harus sudah diatur oleh ibu, seperti bermain sepeda atau mainan lain yang membantu anak belajar. Saat pulang kantor, ibu perlu mengecek apa anak melakukannya.

"Kalau misalkna nanti kita pulang dari kantor kita harus tahu dia dapat nggak apa yang dia butuhkan. Misalnya anak ini males banget bergerak, kita buat program hari ini adek harus main sepeda," ujar Romi mencontohkan.

Asisten rumah tangga atau nenek tidak memiliki hak untuk mengerjakan tanggung jawab itu. Mereka hanya bertugas mengawasi anak saat orangtua tidak ada di rumah. Semua kegiatan babysitter harus berada di bawah pengawasan orangtua karena tugas utama seorang ibu adalah bertanggung jawab terhadap anak dan suami. 

"nenek itu hanya mengawasi dan memberikan eksekusi waktu orangtuanya nggak ada. Mengajak bermain, tidak sepenuhnya tanggung jawab suster, asisten, nenek, untuk melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan orangtuanya karena orangtua yang bertanggung jawab," 


"Kalau misalnya kita mesti bekerja maka kita memang perlu orang yang merawat anak kita. Tetap saja tanggung jawab mendidik dan merawat anak ke Barak dan ibu sehingga tidak bisa didelegasikan," 


Karena ini semua akan berpengaruh pada masa depan anak.

Wednesday, 17 January 2018

Review #9 Pendidikan Fitrah Seksualitas Anak dalam Islam*

πŸ“ *MATERI PRESENTASI* πŸ“
🌸 *KELOMPOK 6* 🌸

*

Pendidikan seksual pada anak sangat penting, karena akhir-akhir ini gencar promosi pendidikan seks di sekolah-sekolah yang acuan dasarnya jauh dari nilai-nilai islam. Banyak cara penyampaian pendidikan seks mengacu pada apa yang dipraktikkan di negara Barat yang tentunya berbeda dengan pendidikan seks dalam islam.

*Tujuan pendidikan seksual di sebagian negara-negara Barat* adalah:

✅ *Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.*

Definisi pasangan menurut mereka tidak hanya suami dan istri, tapi juga pasangan satu rumah yg tidak diikat dengan pernikahan (kumpul kebo). Bahkan ada yang sampai sudah punya anak banyak baru menikah.

✅ *Menghindari kehamilan di usia remaja.*

Menurut mereka boleh remaja berhubungan seksual asalkan tidak sampai hamil. Makanya perzinaan antara siswa siswi di barat itu biasa.

✅ *Mampu menghindarkan hubungan seks apabila tidak diinginkan* walaupun bukan dengan pasangan sah.

✅ *Menghindari seks yang tidak aman* (yang tidak mengidap penyakit menular).



Sedangkan *Tujuan pendidikan seksual menurut Islam* adalah _menjaga keselamatan, kehormatan, dan kesucian anak-anak kita._ Bagaimana anak yang lahir dalam keadaan suci, selamat dan terhormat bisa tetap suci, selamat dan terjaga kehormatannya.

Fitrah seksualitas adalah _bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati._

Agar keselamatan, kehormatan dan kesucian anak dapat terjaga, maka dibutuhkan *pendidikan fitrah seksualitas* agar anak:

1. mengerti identitas seksualnya

2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya

3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.


Berikut adalah beberapa cara menerapkan pendidikan fitrah seksualitas pada anak:

πŸ“Œ *Memberi nama yang baik untuk anak.*

Allah itu indah dan menyukai keindahan. Diantara keindahan ialah memberikan nama yang baik dan tidak memberikan nama yang mengandung makna buruk. Memberikan nama sesuai dengan jenis kelamin laki – laki atau perempuan. Menghindari pemberian nama yang membuat keragu- raguan atau yang mempunyai makna ganda.

πŸ“Œ *Mengajarkan toilet training kepada anak.*

HR Ahmad mengatakan bahwa ada bayi perempuan yang mengompol saat sedang berada dipangkuan Nabi. Kemudian Nabi tidak merasa tergangu dengan kejadian tersebut, melainkan Nabi meminta air dan langsung menyipratkannya kebagian yang terkena kencing tersebut. Anak usia 1 tahun sudah dapat diberikan penjelasan tentang cara toilet trainning yang benar. Setiap sebelum tidur dan sesudah bangun tidur dibiasakan untuk ke toilet dan anak dibiasakan untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan ketika akan buang air kecil dan buang air besar. Orangtua dapat melihat gerak – gerik anak ketika akan akan buang air kecil dan buang air besar, sehingga dapat langsung menuju toilet.

πŸ“Œ *Mengkhitan dan Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.*

Abu Hurairah berkata : fitrah itu ada lima yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya ( _toilet training_ ). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

πŸ“Œ *Menanamkan rasa malu pada anak*

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya serta idak diperkenankan mandi bersama anak.

πŸ“Œ *Mengajarkan Adab Meminta Izin*

Salah satu etika yang diajarkan dalam Islam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Adab minta izin: ketika anak ingin masuk ke dalam kamar orangtua nya / kamar kakaknya / rumah orang lain maka harus dimulai dengan salam lalu baru minta izin masuk. Maksimal sampai 3x kemudian sebaiknya pulang. Etika meminta izin dibahas dalam Surat An-Nuur Ayat ke 27. Salah satu tujuan meminta izin adalah untuk menjaga pandangan mata.

Orangtua ketika berada di kamar biasanya ibu pakaiannya tidak lengkap misal hanya pakai daster yang diatas lutut. Apabila kita punya anak laki-laki kemudian sering melihat pakaian ibunya terbuka akan mempengaruhi kecenderungan seksual anak kita. Walaupun itu tidak disengaja. Rasulullah bersabda dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim: "Sesungguhnya meminta izin itu diberlakukan dalam rangka untuk menjaga pandangan mata."

Pandangan mata yang tidak sengaja itu dihindari. Dijaga semaksimal mungkin. Kalau di rumah kita tidak bisa menjaga pandangan mata anak kita apalagi di luar rumah. Maka dari itu kita sendiri harus bisa menjaga aurat kita di hadapan anak kita dan ajarkan adab meminta iziin.

πŸ“Œ *Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata*

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi. Dalam Riwayat Ibnu Khuzaimah disebutkan bahwa Rasullullah saw bersabda : keponakanku, pada hari ini, siapa yang menundukkan pandangan matanya dan memelihara kemaluan dan lisannya, dosa – dosanya akan diampuni.

πŸ“Œ *Latihlah anak untuk menutup aurat*

Aurat aslinya dari bahasa Arab. Kata aurat artinya secara bahasa: sesuatu yang tercela kalau kelihatan. Sehingga orang yang kelihatan auratnya merasa malu. Adapun dalam istilah fiqih aurat artinya adalah anggota badan yang tidak boleh ditampakkan lelaki atau perempuan kepada orang lain. Rasulullah bersabda "tidak boleh laki laki melihat auratnya sesama laki laki dan tidak boleh wanita melihat aurat sesama wanita". (HR Muslim)

Laki laki melihat aurat nya laki laki saja tidak boleh apalagi melihat auratnya perempuan. Begitu juga sebaliknya. Hal ini akan membahayakan. Kekeliruan orang orang bahwa laki laki boleh melihat aurat laki laki dan perempuan boleh melihat aurat perempuan. Padahal hal tsb tidak dibolehkan karena akan menimbulkan hal yang membahayakan.

*Dari aturan ini seandainya dipraktekkan maka kita akan bisa dengan izin Allah membendung gerakan LGBT.*

Ketika aturan Islam tidak dipraktekkan maka LGBT bisa terjadi. Seringkali awal laki2 suka dengan laki2 dan perempuan suka dengan perempuan adalah ketika mereka melihat aurat terbuka sesama jenisnya. Entah itu di kolam renang atau di kamar mandi atau di tempat yang lain. Dianggap hal itu biasa padahal Nabi melarang. Ketika hal itu biasa lama lama ada ketertarikan sesama jenis. Awalnya normal karena disuguhi pemandangan itu setiap hari jadi tidak normal, sampai bisa tidak suka dengan lawan jenisnya. Hal inilah yang dibidik propaganda LGBT.

Yang namanya batasan aurat hanya ada di diri manusia, tidak berlaku pada binatang. Ketika binatang melakukan hubungan biologis akan dia lakukan di tempat umum. Kebiasaan itu mulai menulari manusia. Di sebagian negara barat sudah menjadi hal yang biasa (sumber: info dari teman ustadz Abdullah Zaen dari negara barat). Maka manusia tidak boleh seperti binatang. Manusia diberi rasa malu di dalam hati. Seandainya manusia menghilangkan rasa malu dalam dirinya maka ia akan seperti binatang atau bahkan lebih parah dari binatang.

Untuk menentukan bagian tubuh yang boleh diperlihatkan dan tidak boleh diperlihatkan sudah ditetapkan oleh Allah. Laki laki dengan perempuan dibedakan batas auratnya. Para ahli fiqih menjelaskan bahwa anak yang dibawah usia 7 tahun aslinya belum wajib untuk menutup aurat. Namun sejak kecil dibiasakan menutup aurat sehingga ketika sudah biasa menutup aurat ketika dewasa. Pembiasaan dari kecil itu dianjurkan. Mereka yang sudah besar tidak menutup aurat itu rata-rata karena semasa kecilnya tidak dibiasakan menutup aurat. Baik bapak-bapak maupun ibu-ibu.

Karena sifatnya anjuran maka pembiasaannya tidak boleh pakai kekerasan atau paksaan. Sehingga kurang tepat anak balita dia berangkat sekolah pakai kerudung, di tengah jalan di lepas kemudian orangtua nya memarahinya. Itu kurang tepat karena memang belum ada kewajiban menutup aurat.

Kapan anak diwajibkan menutup aurat? Kalau usianya sudah 10 tahun ke atas. Apalagi perempuan. Fungsi pertama menutup aurat adalah menjadi identitas: kita adalah muslim/muslimah. Fungsi kedua adalah melindungi dari pelecehan seksual. Pelecehan seksual terjadi karena ada sebabnya yaitu adanya yang membuka aurat. Hal ini dibahas dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59.

πŸ“Œ *Memisahkan tempat tidur anak dan Melarang Anak Tidur Telungkup*

Ketika anak berusia 10 tahun, naluri seksualnya mulai tumbuh. Anak harus diperlakukan secara hati – hati dengan menangkal semua penyebab kerusakan, penyimpangan dan dekadensi moral. Rasulullah bersabda : Perintahkan anak – anak kalian mengerjakan sholat bila telah menginjak usia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya bila telah berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka. Apabila seseorang diantara kalian menikahkan budaknya atau pelayannya, janganlah ia melihat aurautnya karena sesungguhnya bagian dibawah pusar sampai lututnya termasuk aurat. Anak usia 10 tahun tidak semestinya dibiarkan tidur daam satu kasur. Tapi masing – masing harus tidur terpisah dari yang lain. Hal inilah yang menjadi tuntunan pemisahan sebagai wujud ketaatan terhadap perintah Nabi. Dalam HR Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasullullah melarang kita untuk tidur tengkurap/ telungkup karena merupakan cara tidurnya orang yang dimurkai Allah. Menurut riwayat lain disebutkan bahwa tidur telungkup adalah cara tidurnya ahli neraka. Tidak diragukan lagi bahwa tidur telungkup dapat menimbulkan pergesekan yang tercela, membangkitkan birahi dan menggugah naluri seksual.

πŸ“Œ *Jauhkan dari ikhtilat: campur baur antara laki laki dengan perempuan yang bukan mahramnya*

Di zaman ini ikhtilat sudah sangat umum terjadi. Di sekolah, di kantor, di kampus, pusat perdagangan sampai dengan angkutan umum hampir semua ada campur baur laki-laki dgn perempuan. Hal tsb dianggap biasa di negeri kita.

Bahkan sejak ketika sekolah dasar diminta duduk sebangku antara laki2 dan perempuan. Kemudian kerja kelompok juga campur. Tradisi semacam ini diperparah ketika masyarakat bersikap tidak peduli. Tidak peduli karena ketidaktahuan mereka. Padahal sesuatu yang umum dilakukan itu belum tentu benar.

Seringkali apabila laki2 atau perempuan bertemu itu tergoda oleh syaithan. Sudah bawaan bahwa laki2 suka dengan perempuan. Bukan berarti sesuatu yang wajar itu diumbar sebebas bebasnya. Halal kalau sudah ada ikatan resmi yaitu pernikahan. Banyak terjadi kasus perzinaan di luar nikah itu salah satu pemicunya karena adanya campur baur antara laki2 dan perempuan.

πŸ“Œ *Menjelaskan hakikat Mahram*

Banyak yang belum menjelaskan hal ini ke anak karena orangtuanya belum paham. Muhrim berbeda dengan mahram. Muhrim: orang yang berihram (orang yg akan menunaikan umroh atau haji). Sedangkan mahram adalah kerabat yang haram untuk dinikahi selamanya. Boleh berjalan bersama selama tidak ada fitnah yang timbul.

Harus dijelaskan kepada anak: "apakah mahram itu?".

Yang termasuk mahram:

*Pertama:* ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas. Sehingga ketika ada seorang anak perempuan ingin berpergian jauh maka hendaknya ditemani salah satu mahram: ayah kandungnya/ kakek kandung dst.

*Kedua:* bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.

*Ketiga:* anak kandung sendiri (lahir dari rahimnya sendiri), anak kandung suami (anak tiri).

*Keempat:* saudara kandung dan anak anak mereka. Anak saudara seayah atau saudara seibu.

Ketika anak kita bergaul dengan saudara-saudaranya ajarkan mana yang mahram dan yang bukan mahram. Karena mohon maaf di Indonesia persaudaraan itu akrab sekali tapi tidak semuanya mahram untuk anak kita.

Termasuk yang tidak diperbolehkan wanita berpergian jauh tidak ditemani dengan mahram. Ketika ada larangan tentu ada maslahatnya. Tidak boleh seorang laki2 berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahram. Maka dari itu kita harus menjelaskan tentang mahram ini ke anak.


*Referensi*:

1. Video kajian Ustadz Abdullah Zein,MA tentang pendidikan seksual anak 1-6 (Yufid TV)

Link kajian:
https://m.youtube.com/results?q=pendidikan%20seksual%20anak%20ustadz%20abdullah%20zaen&sm=3

2. http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

3. Lely Camelia, Ine Nirmala. Penerapan Pendidikan Seks Aanak Usia Dini Menurut Perspektif Islam (Upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak usia dini melalui penerapan pendidikan seks dalam perspektif sunnah Rasul).

https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/1720

------

Oleh:
 *Kelompok 6*
*Kelas Bunda Sayang BCCG*
Ellyana Setiadi
Eulis Fatma
Lusi Mulyantini
Nana Aprilia
Tina Herlina

Friday, 12 January 2018

Review #7 Mengembangkan Perilaku Asertif untuk Melindungi Fitrah Seksualitas Anak

Mengembangkan Perilaku Asertif untuk Melindungi Fitrah Seksualitas Anak

Oleh :
Kelompok 7 kelas Bunsay #1 BCCG

Belakangan ini, banyak sekali kasus-kasus penyimpangan maupun kekerasan seksual berseliweran di telinga kita. Belum lagi kasus-kasus terkait pornografi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Rasanya dunia ini tak aman lagi untuk anak kita, rasanya terlalu takut membayangkan bagaimana keturunan kita kelak menghadapi lingkungan yang begitu semrawutnya. Astagfirullah.

Zaman sekarang, kita sebagai orang tua sudah tak bisa lagi berpikir bahwa dunia ini baik-baik saja. Kita benar-benar harus menyiapkan bekal sebaik-baiknya untuk anak kita. Mendidik fitrah seksualitas untuk anak adalah salah satu jawaban untuk menyiapkan bekal anak di masa mendatang.

Mendidik fitrah seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.



πŸ‘‰πŸ»Ada 3 prinsip dalam mendidik fitrah seksualitas

Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

πŸ‘‰πŸ» Sedangkan tahapannya sebagau berikut :

πŸ’§Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui.

πŸ’§Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.

πŸ’§Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib. Begitupula anak perempuan lebih didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya. Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

πŸ’§Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu

πŸ’§Tahap 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.

Nah, dalam rangka merawat  fitrah seksualitas anak, ada satu perilaku yang sepatutnya kita biasakan pula pada anak-anak kita agar harga diri dan kepercayaan diri anak tumbuh dengan baik. Sehingga diharapkan anak dapat terhindar dari segala bentuk penyimpangan sesksual, kekerasan seksual, bullying, ataupun tindak kejahatan lainnya.

Perilaku tersebut adalah perilaku asertif. Apakah perilaku asertif itu?

Di bidang komunikasi dan psikologi, ada istilah asertivitas. Sederhananya, perilaku asertif adalah perilaku untuk menunjukkan atau menyampaikan perasaan atau pemikiran dengan jujur, tanpa menyinggung perasaan dan hak orang lain.

Nah, mengapa kemampuan untuk berperilaku asertif sebaiknya dikembangkan pada anak-anak?

Paling tidak, ada 3 alasannya :

1⃣Perilaku asertif adalah bagian dari keterampilan sosial. Orang yang asertif merasa nyaman saat mengungkapkan kebutuhannya dan membuat orang lain tetap merasa nyaman. Dengan sendirinya mereka menjadi individu yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan karena jujur, terbuka, dan selaras antara pikiran dan ucapan. Orang-orang yang asertif juga pada umumnya memiliki kecerdasan emosional yang baik.

2⃣Perilaku asertif melindungi hak-hak individual tanpa mengganggu hak orang lain. Banyak contohnya, misalnya berani bilang tidak pada kasus pelecehan atau kekerasan/ bullying pada anak. Di lain pihak, anak juga mampu menunjukkan diri, pendapat, dan pemikirannya sebagai individu yang unik/ spesial tanpa menghina, mengancam, atau merendahkan orang lain. Contohnya saat ia mengatakan lebih menyukai suatu mainan tertentu di sekolah tanpa mengatakan mainan temannya jelek.

3⃣Perilaku asertif sejak dini dapat membuat anak tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih percaya diri, memiliki konsep diri, self-esteem, dan hubungan sosial yang berkembang baik.

Pada orang dewasa saja, perilaku asertif tidak mudah dilakukan. Ada banyak pertimbangan saat kita ingin mengungkapkan pendapat atau keinginan kita, sehingga terkadang kita memilih untuk diam dan menerima. Sebaliknya, ada pula sebagian dari kita yang cenderung agresif saat menyampaikan sesuatu. Agar didengar dan dipatuhi, kita menggunakan kata-kata yang mengancam, merendahkan, atau memaksa. Jelas bahwa berperilaku non-asertif atau agresif bukan pilihan terbaik saat berkomunikasi dengan orang lain, karena itu di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan kemampuan berperilaku asertif pada anak :

πŸ”΄Contoh nyata dari orang tua atau orang dewasa di sekeliling anak. Misalnya, mengungkapkan keberatan dengan baik disertai alasan yang jelas. Contohnya saat anak tidak mau merapikan tempat tidur sampaikan apa yang kita rasakan atau pikirkan, lalu berikan alasan yang tidak menyinggung anak. Misalnya “Mama ga suka lihat kasur kamu berantakan, kalau kasurnya rapi pasti lebih nyaman kalau kamu mau tidur. “. Jangan lupa, lakukan juga perilaku asertif  dengan pasangan dan orang lain, apalagi di hadapan anak.

πŸ”΄Kembangkan keberanian dan kepercayaan dirinya. Anak perlu menyadari ia punya hak pribadi untuk berpikir, berpendapat, memilih, dan sebagainya. Tunjukkan pengertian dan penerimaan pada setiap kelebihan dan kekurangan yang ia miliki. Seaneh atau sekonyol apapun idenya bagi kita, tunjukkan kita mendengarkan, lalu beri masukan/ pendapat kita. Buat anak merasa aman dan nyaman saat ia ingin mengungkapkan kebutuhan atau pendapatnya.

πŸ”΄Hindari memberi label pada anak. Pada saat berkomunikasi, tekankan pada apa yang membuat kita keberatan, bukan “menyerang” anak sebagai pribadi. Misalnya saat anak kita mengganggu adiknya, fokuskan pada perilakunya tanpa menyebutnya nakal, bodoh, keras kepala, dan lain-lain. Dengan demikian anak paham bahwa kita bukannya benci atau tidak suka pada dirinya, melainkan berharap ia mengubah perilakunya.

Latih anak berperilaku atau berkomunikasi asertif dengan beberapa langkah : Pertama, biarkan ia mencoba mengatasi konflik di lingkungan sosialnya secara mandiri. Kedua, amati caranya berkomunikasi atau mengungkapkan pendapatnya. Berikutnya, kita dapat mengintervensi saat ia tampak menahan diri/ takut/ non asertif, atau sebaliknya terlalu dominan/ agresif. Ketiga, berikan apresiasi dan masukan pada upayanya berperilaku asertif. Dan terakhir adalah dengan cara bermain peran, dimana anak melakukan adegan pada situasi tertentu dimana perilaku asertif itu dibutuhkan.



Sumber :
1. Seri pendidikan seksualitas pada anak, Yeti Widiati 040116
2. Fitrah Based Edication, Harry Santosa
3. https://www.childrencafe.com/melatih-anak-mengembangkan-perilaku-asertif/
4. PKM-GT, Universitas Negeri Malang, Psikodrama untuk Meningkatkan Komunikasi Asertif sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Review #8 PENTINGKAH MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK?


PENTINGKAH MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK?

A. Rusaknya Fitrah Seksualitas Anak karena Pornografi dan Perilaku Seksual Menyimpang

Perilaku seksual menyimpang menjadi fenomena yang berkembang dalam masyarakat. Fenomena ini bahkan menjadi menarik dikaji dalam berbagai sudut pandang dan keilmuan. Eksistensi mereka seolah-olah menginginkan untuk dianggap ada dan dihargai dalam masyarakat. Pencegahan perilaku penyimpangan seksual harus diawali dari lingkungan keluarga. “Rumah – Sekolah – Lingkungan – Peer Group – Media – Masyarakat – Negara” merupakan mata rantai yang secara bersama-sama bertanggung jawab terhadap hadirnya permasalahan perilaku seksual menyimpang di masyarakat, khususnya pada anak. Dan salah satu ancaman berbahaya bagi anak di era digital ini adalah pornografi.