Sunday, 27 September 2020

Membuat Hexa House (Tugas #1 Bunda Produktif)

Assalamu'alaikum.... Hai para Bunda Pembelajar? Apa kabarnya hari ini? 

MasyaAllah ya... tidak lama setelah selesai perkuliahan Bunda Cekatan, Program Bunda Produktif langsung saja digelar. Prok prok prok.... bismillah saya langsung aja daftar mengisi google form dan mentransfer uang untuk memperoleh tiketnya demi belajar bersama Ibu Septi lagi, yeeey.

Program Bunda Produktif ini bertujuan membentuk para Ibu agar bisa menghasilkan karya dari dalam rumah mereka yang menggeluti passionnya. Materi passion diri sudah pernah dibahas dan ditempa pada program sebelumnya yakni Bunda Cekatan. 

Mengambil tema Hexagon City, program ini dirancang untuk membangun peradaban yang karakter perempuan yang mandiri, produktif, berkarya dan bahagia. Tidak boleh ada yang dikorbankan saat melaksanakan kewajiban sebagai istri dan ibu, menggeluti passion dan hobi, dengan  produktif menghasilkan karya dan materi dari passion tsb. Semua harus berjalan beriiringan, dan proporsinya adil.

Yess, prinsip ibu Septi tsb sangat sesuai dengan prinsip dan idealisme saya. Oleh karenanya, bergabung di program ini adalah salah satu langkah kemajuan bagi diri saya. Semoga nanti saya bisa produktif menghasilkan karya dan materi untuk bekal nanti di program bunda Shalihah, menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak. 

Dan inilah... twibon salah satu peserta Hexagonia yang senang sekali belajar dan mengupgrade diri. Ia bernama Hexagonia Ika Mustaqiroh, dengan memilih passion Ibu dan Anak. Kita lihat... apa yang akan saya pelajari di sana? Can't wait the moment...


Dan tugas pertama pekan pertama ini adalah membuat Hexa House. Maksudnya adalah membuat rumah impian untuk dihuni oleh seorang Hexagonia yang nantinya akan berkolaborasi dengan Hexagonia yang lainnya untuk sama-sama produktif di passionnya. 

Ini adalah rumah impian saya.... namanya "Baitii Jannatii".


Rumah saya adalah tempat istirahat, mushola dan madrasah bagi keluarga. Jadi rumah hexagon saya adalah rumah yang sangat luas dan memiliki fasilitas:

- living room yang luas, tempat berkumpul keluarga anak cucu orang tua saya, 
saking besarnya, mereka bisa bermain bola dan leluasa berlarian di dalam rumah.
- mushola yang luas dan nyaman, ruangan untuk berjamaah dan belajar Alqur'an bersama-sama keluarga.
- kid's bedroom yang berfasilitas lengkap dan luas. Punya Kids corner yang terdiri dari literacy corner dan toys corner. Saya ingin kamar anak-anak menjadi ruang aktif dan imajinasi mereka di usia dini.
- taman yang luas, tempat untuk cuci mata dan ruang explore anak-anak di luar ruangan. Ada kolam ikan, kandang kucing, kandang ayam, sentra buah-buahan, sentra sayuran, sentra bunga-bungaan. 
- toko mainan, baju dan buku. Sebagai  tempat buat menyalurkan hobi berdagang saya. 
- kantor yang memiliki perpus pribadi buat saya dan suami sbg ruang privasi untuk membaca, menulis dan bekerja tanpa diganggu oleh anak-anak. 

InsyaAllah saya sangat terbuka jika ada hexagonia yang mau berkunjung ke Hex House saya. Mari kita bersama-sama berkolaborasi untuk menjadi mandiri, berdiri di kaki kita sendiri, tidak bergantung pada orang lain, produktif menghasilkan karya.

#bundaproduktif
#pekan1
#bunprodbatch1









Wednesday, 29 July 2020

Aliran Rasa Tahap Kupu-Kupu (Bunda Cekatan Successed)

Tidak terasa program bunda cetakan telah usai... ternyata sudah satu semester saya belajar menempa diri untuk lebih bahagia dan mengenali kelebihan diri sendiri. 

Saya menyukai tahap kepompong. Karena tahap itu, mengajak saya untuk konsisten mempraktekan ilmu yang saya miliki. Meski tahap challenge kemarin tidak lulus seperti yang diharapkan, yaitu konsisten mengerjakan jurnal selama 30 hari tanpa rapel tanpa bolong. Tapi ternyata... si moody seperti saya ini kalah. Maka... next yang jadi PR saya selain management waktu adalah tentang konsistensi. 

Setelah usai tahap kepompong, saya coba juga challenge superteam oleh mbak Novita dan 30 hari challenge menemani ank bermain oleh Kuncup Cendikia. Tapi sama... semuanya berhenti di tengah jalan 🙈

Kenapa bisa begitu? Apakah bisa diupayakan untuk konsisten?

Bisa. Bisa Banget.

Ternyata, ada beberapa hal yang membuat saya keteteran dalam membuat laporan jurnal 30 hari kemarin di bunda cekatan:

- saya tipikal introvert. Tidak terlalu suka masalah pribadi dipublish, salahnya malah dipubish di Instagram, jadinya banyak yang komentar 🤭harusnya di blog ajanya...dudu
- saya kurang piawai edit gambar. Akhirnya waktu habis. Keburu ngantuk dan anak bangun🤭
- tidak ditulis secara "time log' nya. Alhamdulillah... oleh mentor saya di tahap kupu-kupu diajarin bikin bullet journal. 

Dengan mengetahui kelemahan diri, maka kita bisa maksimal di sisi yang lain. Alhamdulillah... setelah proses lumayang panjang dari tahap telur-telur lalu ulat-ulat kemudian kepompong dan akhirnya tahap kuou-kupu selama 7 bulan ini, ada perubahan dalam diri saya. Yaitu, tenang. 
Lebih tenang menjalani aktifitas sehari-hari yang numpuk. 

Menjadi tim media di ormas, bisnis online shop yang mengelola belasan orang (lebay ya... baru belasan saja sudah rempong🙈), ibu dengan dua anak balita, manage bisnis dan rumah semua dikerjakan sendiri tanpa asisten. Tapi alhamdulillah setelah menyelami ilmu dan pengalaman selama masa program bunda cekatan ini, saya merasa menaadi lebih baik lagi. Merasa lebih bahagia lagi. 

InsyaAllah, bulan depan saya ingin mengikuti cara menempa diri yang diajarkan oleh bunda Septi dengan program bunda cekatan ini untuk diri saya sendiri, agar terampil di bidang lain yang belum saya latih saat pelatihan sekarang.

Terakhir... saya ucapkan terima kasih yang sebesar-bwsarnya kepada kordinator buncek Mak Ika Pratidina, para punggawanya, KAHIMA Cirebon Raya Mbak Rifky, para PJ tahapan buncek di regional, terutama pada Ibu Septi Peni Wulandani😍😍 barakallahu fiikum... semoga ilmu dan pendampingan yang dilakukan selama ini pada saya dan mahasiswi lain menjadi amal jariyah untuk ibu-ibu semua. Aamiin




#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1



Tuesday, 7 July 2020

Merayakan Kemajuan (Fase Kupu-kupu part #7)


Bismillah... Jika sebelumnya kami telah merayakan kegagalan... pekan ketujuh ini giliran kami merayakan kemajuan. Adakah kemajuan yang saya hasilkan sampai detik ini? Alhamdulillah ada dong...

Diantaranya, saya sudah mengaplikasikan minimalis living dengan decluttering pikiran. Pekan ini saya bisa lebih tenang dalam.mengerjakan pekerjaan saya yang sangat menumpuk. Saya juga belajar tentang bullet journal. Alhamdulillah... kegiatan saya sebagai ibu rumah tangga, olshoper, dan pendidik anak-anak, bisa balance. Meskipun ada beberapa hal yang belum sempurna di beberapa sisi. Oleh karena itu, saya harus terus meningkatkan skill saya dalam managemen waktu. 

Tuesday, 30 June 2020

Ini Aku yang Sedang Fokus Pada Kemampuanku (Tahap Kupu-kupu #6)

Minggu ini benar benar fokus, krasak krusuk mencari pola management waktu untuk si mompreneur ini. Management waktu untuk bisnis dan keluarga. Mulai belajar to do list, pasang2 alarm, sampai bullet journal. Apalagi melihat anak-anak dalam masa golden age ini, saya berazzam agar bisa sukses menjadi Mom yang bisa manage keluarga dan bisnisnya.

Apalgi mengingat sebentar lagi proses kupu - kupu mendekati ujung. Ada rasa sedih karena merasa belum maksimal, tapiii kok ya mau gaspol belum bisa huhuhu.

Tuesday, 23 June 2020

False Celebration in Program Mentorship (Fase Kelas Kupu-kupu #5)

Tidak terasa... sekarang sudah memasuki jurnal kelima... 🙈 artinya tinggal 3 jurnal lagi harus saya lewati... dan artinya program mentorship dan kelas kupu-kupu ini akan berakhir 😭😭Secepat itukah?

Beruntungnya.... dalam jurnal ini, bu Septi malah memberi kesempatan kami agar merayakan false celebration. Seolah memahami, pasti kebanyakan dari kami kebanyakan gagal dibandingkan lulus melewati goal 🤭


Benat banget, saya masih gagal untuk mencapai goal, dan masih kebingungan dalam menjalani ini. Alhamdulillah pekan ini mentor saya memberikan panduan bagaimana saya harus memulai management waktu. Feedback beliau bahwa goal dan targetan saya pekan kemarin masih terlalu umum. Belum dibreakdown.



Memang benar... saya masih bingung... step by step apa yang harus saya lakukan dalam menata waktu saya agar lebih efektif dan produktif lagi. Setelah sharing dengan mentor, akhirnya didapati ilmu management waktu untuk mompreneur seperti saya.

Dimulai dari menerapkan minimalis living. Saya diberikan video dari Desi Anwar yang menyentil saya karena memenuhi diri dengan berbagai tugas. Kadang-kadang saya ikut 1-2 pelatihan untuk menaikan kapabilitas saya di bidang yang saya butuhkan seperti optimasi bisnis, homescholing anak, masak, dll.

Dan... you know how crowded my brain, belum mencerna pelatihan ini, ikut pelatihan berikutnya😁 belum prakteknya...  Jangan diikuti ya Mom... saya juga harus bertobat. Karena saya ingin menghindari stress, dan menghilangkan rasa bahwa waktu yang saya miliki itu kurang. Minimalis living adalah jawabannya.

Langkah kedua, adalah decluttering mind, yaitu menyusun prioritas. Menurut KBI,
Prioritas adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain.
~~ jika tidak dikerjakan pada waktu yang sudah ditentukan maka akan berdampak negatif pada banyak hal dan jangka panjang dan untuk memperbaikinya akan sangat sulit dan rumit, maka it done this time.

Menyusun prioritas ini harus dilakukan dengan breakdown menjadi time log, apakah monthly log, weekly log, day log, day log ini lalu dibreakdown menjadi hour log. Adanya istilah-istilah ini, akhirnya mengantarkan saya untuk mempelajari teknik bullet journal. Vlog nya Desvita Lesmana ternyata cukup memberi gambaran bagaimana kita akan membuat bullet journal, sebagai panduan beraktifitas harian saya.

Manfaatnya adalah:

Pertama, agar bisa konsisten. Seperti di habit tracker kita bisa melihat seberapa konsistennya kita melakukan hal-hal produktif
Kedua, tidak memenuhi pikiran karena terlalu banyak things to do.
Ketiga, mengurangi stres ketika belum tercapai.

Pesan Mbak Rieke untuk saya Breakdown body mind and soul, they deserve to get it.
Yeah... makasih 💕💕😘

##jurnalmingguke5
#tahapkupu-kupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Monday, 15 June 2020

Chek In Mentoship (Kelas Kupu-kupu Tahap #4)

Pada sesi pekan kali ini, para Bunda Pembelajar melakukan check in, apakah di program ini kami masih semangat, on track sesuai jalur dan berkelanjutan dari mulai fase telur, ulat, kepompong dan kupu-kupu ini? bagaimana hubungan komunikasi

Monday, 8 June 2020

Menyusun Langkah Mentorship (Kelas Kupu-kupu Tahap #3) )

Setelah libur lebaran kemarin, alhamdulillah pada pekan ini kami kembali menerima tantangan dari ibu Septi untuk mulai melakukan langkah berikutnya dalam program Mentorship ini. Alhamdulillah... sempat mengalami kebingungan dengan tahapan ke depan untuk saya dan mentee saya apa yang harus dikerjakan dulu? Mengingat, kemarin saat ngobrol secara langsung dengan mente saya; Mbak Fariza, ternyata secara usia, pendidikan, pekerjaan dan ekonomi lebih dari saya, saya jadi deg-degan mau ditreatment apa mentee saya tersebut.

Untunglah Ibu Septi memberikan guide ini, saya bisa tau secara jelas karena dalam obrolam kemarin belum begitu jelas nanti mentee saya itu targetannya mau ke mana.

Friday, 15 May 2020

Pertemuan Perdana Mentor dan Mentee (Fase Kelas Kupu-Kupu Tahap 2)

Dalam pekan kedua program mentorship ini, kami diminta untuk melakukan video call memggunakan flatroom media yang available untuk digunakan. Mak Ika Prat memberikan info kalo di messengger Facebook juga bisa melakukan video call
 Fitur nya sudah lengkap dan canggih. Tapi saya dan mentor serta mentee lebihbmemilih videocall Whatsapp, karena dirasa paling friendly.

Friday, 8 May 2020

Kupu-kupu Muda Ikutan Mentorship (Fase Kupu-kupu Tahap #1)

Bismillah...  seminggu sudah menjalani tantangan bagi kupu-kupu yang telah keluar dari kepompong untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Ternyata... makin ke sini makin menantang... terlebih, para peserta kemudian dianggap sebagai kupu-kupu muda untuk melihat dunia kembali.dengan wujudnya yang baru.

Mentorship. Sebuah proses bagi kami agar bisa berbagi ilmu sekaligus kepada 1-5 orang dan sekaligus belajar pada mentor untuk bidang yang belum dikuasai. Ini seperti penyempurna tahap ulat-ulat dan kepompong. Menambal hal-halnyang kurang untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih bahagia lagi.

Thursday, 23 April 2020

Puasa Tahap Keempat (Fase Kelas Kepompong #Part4)

MasyaAllah ternyata tahap kelas kepompong telah usai. Ada 4 tirakat yang ingin saya rubah sesuai mind map sejak kelas telur dimulai. Yakni bisnis, management waktu, bermain dengan anak dan menciptakan keluarga cinta Al-Qur'an. Tapi masyaAllah... sepertinya masih jauh panggang dari api 😭 

Karena saya missed 1 jurnal pekan kemarin, saat ortu saya dan kedua anak saya sakit. Dari situ, jurnal harian pun dikerjakan rapel, dan berlanjut sekarang. 4 tantangan #30hari missed juga karena keburu diclosed oleh admin. Ya Allah... untuk management waktu masih banyak yang belum sesuai dengan harapan. Pengen nambah waktu belajar lagi...