Friday, 20 May 2016
Sunday, 15 May 2016
Sunday, 27 March 2016
Tuesday, 9 February 2016
Resiko MPASI dini
Moms, waktu melihat anak tetangga yang belum 2 bulan tapi sudah
disuapi Pro*mi**, rasanya tuh sedih, kasian bayi sekecil itu sudah diberi
makanan padat. Bahkan si ibunya bilang, si dedenya udah disuapi sejak usia 1
bulan dan frekuensi makannya sudah 2-3 sdt 3x sehari…. *wow!
Saturday, 20 June 2015
Prostitusi Artis Rusak Generasi
Lagi-lagi masyarakat digegerkan dengan berita
prostitusi. Setelah terungkap prostitusi online, wacana kontroversial
lokalisasi dan sertifikasi PSK, kini terkuak praktik prostitusi artis dengan
bayaran fantastis. Bila prostitusi online bisa menebar kerusakan kepada siapa
saja tanpa batas waktu dan tempat, prostitusi artis tak kalah dahsyat
akibatnya.
Thursday, 28 November 2013
Syukur
Aku bersyukur Kau ciptakan aku
dari rahim ibuku
ia wanita mempesona, terangkai tawa,
senyumnya, marahnya, menebar
wangian cinta
dia wanita kesatria, pandai menahan
rasa sakit,
pagi buta ia bekerja, baru setelah larut menjemput
ia rebahkan raganya yang mulai
mengerut Tuesday, 25 June 2013
KKN POSDAYA
Hidup
di tengah masyarakat yang berbeda budaya, bahasa dan adat itu ternyata tidak
mudah. Itu kesimpulanku saat tersadar kalau aku sudah 1 minggu berinteraksi
dengan warga di desa Kalensari Kec. Widasari Kab. Indramayu. Sekedar
berinteraksi saja sudah dirasa susah, bagaimana menciptakan perubahan di masyarakat?
Wednesday, 12 June 2013
Evaluasi Ujian Nasional 2013
Ujian Nasional 2013
sudah digelar. Begitupun pengumumannya sudah dilaksanakan. Awalnya banyak yang
menganggap penyelengaraan UN 2013 akan menjadi Ujian Nasional terbaik di negeri
ini. Hal ini karena adanya perubahan
sistem yang
diterapkan, mulai dari jenis soal dan akumulasi penilaian. Dimana jenis soal
dalam satu ruangan yang terdiri dari 20 siswa digunakan 20 jenis soal, artinya tiap
siswa mendapatkan soal yang berbeda. Dengan harapan bisa menghilangkan kecurangan
yang dilakukan para siswa atau pihak sekolah. Berbeda dengan tahun kemarin, Cuma
ada 5 jenis soal yang berbeda dalam satu ruang ujian. Nilai kelulusan pun tidak
hanya ditentukan pada saat UN saja, tapi akumulasi dari nilai semester 3, 4, 5 dan
nilai UN. Sekilas sudah terlihat baik, tapi nyatanya tidak
demikian.
Monday, 15 April 2013
1000 SKS Mata Kuliah Jerawat
Oleh:
Ika Mustaqiroh
Sudah
setengah jam aku terpaku menatap warna-warni bunga di centre park kampusku. Aneka bunga segar, semerbak wangi dengan
mahkota bermekaran indah nan cerah. Semua orang suka cita melihat dan memandanginya.
Rasanya, aku dan bunga tak ada beda. Ada satu kesamaan antara aku dengan
makhluk hidup yang beruntung itu. Mereka bunga, aku juga bunga. Namaku bunga. Bedanya,
prestige mereka di mata manusia sangat tinggi, sedang aku tidak.
Saturday, 23 February 2013
STOP Kejahatan Seksual Anak Dengan Sistem Islam!!!
Kasus
kejahatan seksual kini terus meningkat dan brutal karena pelakunya merupakan orang-orang
terdekat korban. Seperti yang menimpa gadis kecil berusia 8 tahun,
warga Kec.Harjamukti Kota Cirebon, yang dicabuli oleh calonsuami ibunya, Gareng
(nama samaran, 40 tahun). (Kabar Cirebon,
29/1/2013).
Kalau kita cermati, ada banyak faktor pemicu kejahatan seksual terhadap
anak. Pertama, media pornografi dan pornoaksi baik dalam internet, film, dan majalah yang begitu mudah diakses.
Kedua, seolahmenjaditren mode, banyak
wanita (dewasa/remaja) mengumbar aurat dan sensualitas di tempat umum dengan pakaian seronok
seperti rok mini, celana pendek, dsb. Kalaupun tidak memicu langsung, sensualitas ini bisa memupuk nafsu seks, layaknya pupuk tanaman.
Ketiga, kondisi rumah tangga yang tidak harmonis yang memperburuk situasi. Sejumlah kasus kejahatan seksual
pada anak diantaranya karena penolakan istri untuk melayani suaminya dengan
alasan lelah bekerja seharian.
Keempat, sanksi hukum yang ada ringan dan tidak memberi efek
jera sehingga kekerasan seksual pada anak-anak danwanitakian sulit dihentikan.
Dalam sistem hukum yang ada selain ancaman hukumannya masih ringan, masih
ditambah pilihan hukuman minimal dan maksimal. Padahal hukum seharusnya menjadi
palang pintu terakhir memberantas kejahatan.
Kelima ,faktor kian pudarnya ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT. Padahal
ketakwaan adalah rem yang paling efektif bagi individu untuk tercegah dari
perbuatan keji dan mungkar. Namun system Negara sekuler demokrasi dan liberal yang diadopsi Negara kitaseperti sekarang, ketakwaan dianggap tidak penting bahkan agama disingkirkan dari kehidupan.
Inilah akar masalahnya. Karena itu terus meningkatnya kejahatan seksual pada anak-anak adalah bukti
gagalnya sistem sekuler melindungi anak.
Berbeda dengan demokrasi dan
liberalisme yang meminggirkan ketakwaan, system Islam (yaitu system syari`ah dalam naungan Khilafah) justru menjadikan iman dan takwa sebagai pondasi kehidupan masyarakat.
Takwa-lah yang membuat seorang muslim akan sungguh-sungguh melaksanakan
perintah Allah meskipun berat, dan akan berusaha keras meninggalkan perbuatan
keji dan mungkar meski syahwatnya bergejolak. Masyarakat juga dibentuk dan
dijaga dengan syariat Islam agar menjaga ketakwaan secara menyeluruh. Penguasa
yakni khalifah tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi pelaku, pembuat
dan pengedar pornografi meski dengan dalih seni sekalipun.
Kaum muslimah diwajibkan mengenakan
kerudung dan jilbab manakala keluar dari rumah mereka karena tahu itu adalah
perintah Allah SWT. yang akan membawa mereka ke dalam kebaikan. Isteri yang bekerja seringkali karena dipaksa oleh kemiskinan.
Kemiskinan masih menghantui sekitar 29 juta
warga negeri ini karena sistem sekuler kapitalisme gagal mendistribusikan
kekayaan secara merata dan adil. Kekayaan justru dialirkan kepada kelompok
kecil orang kaya.Maka, secara ekonomi, penerapan Sistem Ekonomi Islam akan
memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok (papan,pangan dan sandang) serta
kebutuhan dasar (pendidikan, kesehatan dan keamanan) bagi seluruh rakyat.
Sehingga para istri tidak perlu
bekerja, mereka harus mengutamakan aktifitas mereka di rumah tangga seperti
melayani suami dengan sebaik-baiknya.Karenaitu adalah kewajiban sedangkan
menolaknya akan mendatangkan laknat dari Allah SWT.Jika dengan semua itu masih
ada orang melakukan kejahatan seksual,maka palang pintu terakhir untuk
melindungi masyarakat adalah menerapkan sanksi pidana sesuai hukum Allah.
Dalam Islam, pelaku
perkosaan akan diganjar hukuman layaknya pezina. Bila belum menikah maka akan
dikenakan seratus kali jilid (QS an-Nur [24]: 2). Sedangkan bila telah menikah
maka akan dirajam hingga mati. Pelaksanaan hukuman itu harus dilakukan
dihadapan khalayak (QS an-Nur [24]: 2). Tentu
saja korban tidak termasuk yang mendapat sanksi karena statusnya sebagai korban
yang teraniaya. Hukuman yang keras ini akan melindungi anak-anak dan kaum
wanita serta memberikan rasa keadilan bagi korban.
Untuk itu marilah kita bersama-sama
perjuangkan Khilafah agar kejahatan seksual terhadap anak saat ini tidak subur terjadi.
(Ika Mustaqiroh)
Subscribe to:
Posts (Atom)



