Wednesday, 15 February 2017

Celanaku, Pendapatku


Kamu, dan Bagaimana Aku Bicara Padamu

Pagi-pagi sebelum adzan subuh, saya sudah bangun. Siap-siap mengerjakan seabreg tugas IRT mumpung Riyadh masih tidur. Belanja sarapan, masak, cuci piring, beresin dapur, beres. Pas mau pegang cucian… si ganteng nangis dan bangun.


Jam 6 pagi, setelah sarapan dan mandiin anak, saya teringat dengan setumpuk cucian yang masih belum tergarap. Maklum nyucinya masih manual ga pakai mesin karena daya listriknya belum support.

2 Lelakiku

Monday, 2 January 2017

Aliran Rasa Matrikulasi Ibu Profesional batch #2


Setelah menikah dan punya anak, biasanya perempuan dihadapkan pada masa depan yang tidak menentu, apalagi bagi lulusan sarjana. Galau antara memilih bekerja atau keluarga? Memilih prestise atau taat? Mimpi saat masih single pun seolah lenyap seketika. Tidak tau arah. Kalap. Tersesat.
Namun, Alhamdulillah... dengan program perkuliahan Matrikulasi Ibu Profesional batch #2 ini, saya menemukan jawaban. Mimpi ada di depan, dan arah jalan telah terbentang. Kini bersiap menempuh perjalanan dengan kebahagiaan.
-Alirkan Rasa-
Ika Mustaqiroh
IIP Cirebon


Friday, 16 December 2016

Oleh-oleh Seminar Parenting “Mendidik Anak Tangguh di Era Digital” Bersama Ummi Yanti Tanjung

Ummi Yanti sedang memaparkan seminar
Alhamdulillah... hari libur maulid nabi Muhammad saw. 12 Desember 2016 kemarin, saya bisa mengikuti seminar parenting yang diselenggarakan oleh HSG SD Khoiru Ummah Majalengka, yang dilaksanakan di Gedung Graha Pemuda Majalengka. Acara ini jadi ajang piknik bagi IRT seperti saya, piknik kan ga perlu mahal dan jauh... ikut seminar, beli sorabi, beli panci #eh juga bagi saya mah sudah piknik. Riyadh tadinya mau digendol2, eh ternyata tidur... yaudah dititipin saja ke ayahnya, alhamdulillah kemarin jadinya piknik sekaligus me time 😁

Wednesday, 7 December 2016

Nice HomeWork #8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

Friday, 2 December 2016

Nice Home Work #7

*Tahapan Menuju Bunda Produktif*

Alhamdulillah... sekarang MIP masuk ke tahapan ke-7. Di NHW#7 ini kita akan mengkonfirmasi bakat apa saja yang sudah kita temukan saat ini dengan menggunakan tallent mapping temubakat.com.

Berikut hasilnya:

https://drive.google.com/open?id=0B6L8tekn1l_OTUJXbWJhV0I1SDg


Sunday, 27 November 2016

NICE HOMEWORK #6

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Sunday, 20 November 2016

NICE HOME WORK #5

LEARN HOW TO LEARN

Alhmdulillah materi MIP selalu mengajak para peserta berkontemplasi dalam rangka meraih kesuksesan di bidangnya. Terutama dalam NHW#5 ini, materinya tentang “Learn How To Learn”. Materi ini sangat diperlukan oleh orang tua terutama ibu dalam mengarahkan anak-anaknya dalam belajar dan membuat customized curiculum (kurikulum unik)bagi mereka. Namun, sebelum itu seorang ibu harus bisa memecahkan Learn How to Learn bagi dirinya sendiri.

Saturday, 12 November 2016

NICE HOME WORK #4

📚🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

  1. Menetapkan Misi Spesifik Saya

Jurusan Ilmu yang ingin saya pelajari masih konsisten yakni ingin menjadi ummu madrasatul uula dan warabbatul Bait (Ibu Rumah tangga profesional)

Saat kuliah saya menekuni jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Namun, selama kuliah tersebut saya mengajar di SD dan PAUD, akhirnya bahasa Inggris saya tidak terasah, karena saya lebih menekuni Ilmu psikologi dan perkembangan anak usia dini. Passion saya memang menyukai dunia anak. Namun saat menggeluti bidang tersebut, saya menemukan problem dan kenakalan yang terjadi pada anak. Seperti; salah asuh, bullying, seks bebas, dsb. Maka dari itu, saya merasa prihatin dengan kondisi semacam itu, sementara anak2 tersebut adalah aset bangsa dan agama juga orang tuanya. Jadi tidak boleh sembarangan dalam memperlakukannya.